Text
Chairil Anwar : pelopor ankatan '45
Dalam buku ini, H.B. Jassin menjabarkan secara singkat apa dan bagaimana yang membuat Chairil Anwar bisa menjadi seorang pelopor perpuisian di era yang waktu itu sangat represif. Anda juga akan menemui hampir semua sajak-sajak yang pernah Chairil buat.
Ketika Pujangga Baru mencangkok keindahan romantis dari angkatan Belanda tahun 1880-an, Cahiril Anwar mengubah corak khas itu menjadi wacana puisi internasional dari zamannya sendiri, melahap, mencerna, dan mencipta-ulang puisi kontemporer. Sajak-sajaknya menghembuskan jiwa, semangat, dan cita-cita muda, bukan dalam arti tidak masak, masih hijau, tapi dalam arti terus-terus, bersifat memperbaharui, dalam arti segar-bugar, vital, penuh hidup bergerak dan menggerakkan.
Tidak tersedia versi lain