Buku ini mencoba menafsirkan kembali arti penciptaan, khususnya melalui pandangan sufisme. Ternyata, teori evolusi dapat menafsirkan penciptaan yang lebih tinggi dan universal dan juga memiliki kearifan yang sama dengan kearifan sufisme. Bahkan sebaliknya, teori evolusi ini dapat memberikan alasan-alasan rasional bagi pandangan sufisme tersebut.
Keadaan ruhani berbeda dengan keadaan jasmani, keduanya memiliki reseptor penerima getaran yang berbeda pula. Temukan perbedaannya dalam proses perjalanan ruhani yang ditempuh dengan jalan "ummi", agar menerima kemurnian ruhani. Hanya dengan ruhani, anda menjadi ruhani dan memahami pengajaran ruhani yang berasal dari sumber ilmu, yaitu Allah Swt. Jauhkan pikiran anda untuk berpikir tentang ruha…
Jemput surgamu! adalah sebuah ajakan bagi kita untuk senantiasa melintasi jalan kehidupan dengan penuh harmoni dan senyuman. Harmoni itu indah dan senyuman itu membahagiakan. Bila kita bisa meraihnya, mengapa kita biarkan sia-sia.
Buku ini akan menggugah dan menuntun kita untuk mendayagunakan anugrah yang amat sangat banyak sehingga bermakna. Bukan saja untuk diri kita, tapi juga bermanfaat buat yang lain. Hidup yang diam, jelas hidup yang sia-sia. Akan tetapi, jangan juga kita salah langkah karena akibatnya kita bergerak ke arah yang sia-sia pula.
Diterjemahkan dari buku asli yang berjudul : Garden of the Sufi : insights into the nature of man. Marilah kita bertandang ke taman para sufi. Lalu, biarkan jiwa-jiwa kita yang letih beristirahat dari kesibukan duniawi. Biarkan hati-hati kita yang gundah sejenak menemukan tetirah di kelegaan semesta Ilahi. Biarkan jiwa kita yang fitri bertamasya di taman ruhani para kekasih Tuhan.
Melalui tutur seorang tokoh sufi utama, Syaikh Abdul Qadir Jailani, penulis buku ini memberi kita cara dan upaya merengkuh bahagia sejati. Mari kita lihat salah satu tutur sang sufi "wahai para pencari kebenaran, temukanlah telaga bahagia dengan cara menghampiri Allah Azza wa Jalla. Datangi Ia dengan takwa dan rela menerima takdir-Nya."